Jumat, 05 Juni 2015

Array 1 Dimensi dan Array 2 Dimensi dan Contohnya

Nama  : Agung Wijaya Kusuma
NIM     : 140010222
Kelas   : AB141
Nama Dosen : Ida Bagus Kadek Surya Arnawa. S.Kom
Nama Asisten Dosen : Steven Anthony

      B.     Array 1 dimensi dan 2 dimensi
      Array 1 Dimensi
Array merupakan koleksi data dimana setiap elemen memakai nama yang sama dan bertipe sama dan setiap elemen diakses dengan membedakan index arraynya. Sebelum digunakan, variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. 

·         Deklarasi Array
Variabel array dideklarasikan dengan mencantumkan tipe data dan nama variabel yang diikuti dengan banyaknya lokasi memori yang ingin dibuat.

Bentuk umum pendeklarasian array :
            Tipe_Data Nama_Variabel [Jumlah_elemen_Array];
Keterangan :
Type Data : untuk menyatakan type data yang digunakan
Jumlah elemen Array : untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array  

Contoh :
                        int nil[5];
Keterangan :

  • int : type data elemen array
  • nil : Nama Array
  • [5] : Jumlah elemen array


Elemen
1
Elemen
2
Elemen
3
Elemen
4
Elemen
5
Elemen
6
           0                       1                      2                       3                       4                      5 
Keterangan :
elemen 1, elemen 2, elemen 3, elemen 4, elemen 5, elemen 6 adalah elemen array
0, 1, 2, 3, 4, 5 adalah subscript atau index. Subscript atau index array pada C++, selalu dimulai dari nol (0).

·         Inisialisasi Array

Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Nilai suatu variabel array dapat juga diinisialisasikan secara langsung pada saat deklarasi
            Misalnya:
            int nil [5] = {2, 32, 88, 90, 80};

Contoh koding Array 1 dimensi :

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main()
{
int nil[5];
cout<<"========================================="<<endl;
cout<<"Mengisikan Nilai Ke Setiap Indeks Array ke data nilai "<<endl;
cout<<"========================================="<<endl;
for (int i=0;i<5;i++)
{
           cout<<"masukkan data nilai["<<i<<"] = ";
               cin>>nil[i];
        }
        cout<<endl;
        cout<<"========================================="<<endl;
        cout<<"Menampilkan Nilai Yang Telah Di Inputkan"<<endl;
        cout<<"========================================"<<endl;
for (int j=0;j<5;j++)
{
            cout<<"data nilai ["<<j<<"]= "<<nil[j]<<endl;
        }
getch();
}
Jika koding Array 1 dimensi ini di compile maka akan tampil hasil:




·         Array 2 Dimensi
Bentuk umum deklarasi array dua dimensi :
            Tipe_DataNama_Variabel [index-1][index-2]

Array dua dimensi tersusun dalam bentuk baris dan kolom, dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. 
Array dua dimensi dapat digunakan seperti pendataan penjualan, pendataan nilai dan lain - lain.

Bentuk umum pendeklarasian array dua dimensi :
            Tipe-Data Nama-Variabel[index-1][index-2] 
Keterangan :

  • Type-Data : untuk menyatakan type data yang digunakan
  • index-1 : untuk menyatakan jumlah baris
  • index-2 : untuk menyatakan jumlah kolom
         Inisialisasi array dua dimensi

Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel.
        Misalnya :
        int data[2][3] = {{2, 10, 22},
                                {4, 8, 67}};

Contoh koding Array 2 Dimensi :

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main()
{
int matrix[2][3]={{2, 10, 22}, {4, 8, 67}};
for (int i=0;i<2;i++)
   {
            for (int j=0;j<3;j++)
      {
            cout<<matrix[i][j]<<"  ";
      }
   cout<<endl;
   }
getch();
}

Jika koding Array 2 dimensi ini di compile maka akan tampil hasil :



Sumber           : Buku Konsep dan Implementasi Struktur Data dengan C++
Oleh                : Lamhot Sitorus dan David J.M Sembiring, Andi Kristanto, S.Kom
Penerbit           : Andi dan Graha Ilmu

0 komentar:

Posting Komentar